10 Buah dan Sayur dengan Kandungan Antioksidan Tinggi Tingkatkan Kekebalan Tubuh Cegah Covid19 atau Virus Lainnya

wp-1580102152557.jpg10 Buah dan Sayur dengan Kandungan Antioksidan Tinggi Tingkatkan Kekebalan Tubuh Cegah Covid19 atau Virus Lainnya

  1. Brokoli Brokoli memiliki antioksidan yang sangat tinggi. Untuk mendapatkan antioksidannya, kamu bisa mengolahnya dengan memasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Memasak brokoli sebelum dimakan, selain menghindari rasanya yang aneh saat dimakan mentah, ternyata kandungan nutrisi brokoli saat dimasak menjadi lebih banyak. Penelitian menemukan bahwa brokoli mengandung senyawa karotenoid, polifenol, glucosinolat, lutein, dan tocopherol yang bisa menurunkan inflamasi pembuluh darah sehingga menurunkan kemungkinan kanker. Menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry, dengan merebus atau mengukus brokoli terbukti bisa meningkatkan karotenoid dan lutein.
  2. Wortel. Wortel dikenal sangat kaya akab vitamin A, beta karoten, dan berbagai mineral lainnya. Wortel mengandung antioksidan lebih tinggi saat dimasak. Pada sebuah Journal of Agricultural and Food Shemistry dikatakan bahwa wortel yang direbus, kukus, atau ditumis bisa meningkatkan kandungan karotenoid, polifenol, glucosinolat dan vitamin C. Penelitian menemukan bahwa peningkatan antioksidan bisa 14 persen lebih tinggi dibanding saat mentah. Berbeda jika wortel digoreng, justru menurunkan antioksidan karena pengaruh minyak, meski akan meningkat pada awalnya.
  3. Bayam. Bayam juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya senywa lutein pada bayam yang akan berubah menjadi antioksidan bila dikonsumsi. Manfaat lutein pada bayam ini memberikan manfaat untuk menjaga retina mata, degenerasi macula, dan katarak.
  4. Tomat. Tomat yang kaya akan vitamin C dan likopen ini akan bertambah tinggi ketika dimasak. Likopen bisa menjaga kesehatan kulit, menurunkan risiko kanker, meningkatkan kesehatan jantung, serta meningkatkan respons syaraf.
  5. Kubis Ungu. Bukan yang terakhir, namun dari beberapa deretan sayuran yang memiliki senyawa antioksidan tinggi dan mudah ditemukan adalah kubis ungu. Kandungan antioksidan pada kubis ungu akan meningkat empat kali lipat setelah direbus. Antioksidan yang terkandung di dalam kubis ungu yaitu antosianin.
    Senyawa ini bermanfaat untk kesehatan tubuh seperti bisa mengurangi rasa sakit akibat peradangan dan mengurangi risiko serangan jantung serta kanker.
  6. Teh. Teh dikonsumsi manusia sejak ribuan tahun dan dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian teh hijau untuk antikanker tersebut sudah banyak dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia. Khasiat tersebut lantas dibuktikan melalui serangkaian penelitian. Para peniliti membuktikan bahwa teh memiliki sifat antioksidan dari senyawa epigalokatekin galat yang bagus untuk kesehatan. Dari berbagai jenis dan merek teh untuk diuji efektivitasnya. Dari berbagai jenis teh seperti teh hitam, hijau, dan oolong, diungkapkan bahwa teh hijau memiliki kandungan epigalokatekin galat teh hijau paling tinggi. Bahkan, kandungan epigalokatekin galat teh hijau memiliki sifat antioksidan seratus kali lipat jika dibandingkan dengan antioksidan yang dimiliki vitamin C dan 25 kali lipat dari vitamin E.Teh Hijau
  7. Kurma Buah ini biasanya hadir di momen puasa. Rasanya manis, bentuknya bulat atau lonjong, berwarna cokelat, kuning atau kehitaman. Buah ini kaya kandungan kalium (potassium), serat, kalsium, zat besi (Fe), vitamin: A, B2, dan B12, C, aspirin, salisilat, fosfor, sulfur, natrium (sodium), magnesium, cobalt, seng, fluorin, tembaga (Cu), mangaan, selulosa, dan karbohidrat (berupa glukosa dan fruktosa). Kandungan vitamin C dalam buah kurma berpesan sebagai antioksidan yang baik.
  8. Buah Berry.
    • Strawberry Buah merah merona yang satu ini tentu sudah akrab dengan Anda, bukan? Strawberry sangat mudah ditemukan di pasar modern maupun tradisional. Kaya akan kandungan Vitamin K, mangan, Folic acid, potasium, Riboflavin, Vitamin B5, Vitamin B6, magnesium dan omega-3. Soal antioksidan, tak perlu diragukan, vitamin C dalam strawberry adalah salah satu sumber antioksidan terbaik.
    • Raspberry Biasanya buah ini ditemukan sebagai salah satu perasa sirup, permen atau ice cream. Raspberry sendiri merupakan jenis berry-berryan liar yang kaya antioksidan. Dapat mencegah kerusakan sel otak, melancarkan pencernaan, mencegah kanker usus, meminimalisir alergi tubuh, mencegah penyakit jantung serta mencegah penuaan dini.
    • Blueberry Warnanya hijau saat masih muda, perlahan ia akan berubah warna menjadi keunguan saat sudah matang. Rasanya manis, dan aromanya pasti Anda suka. Blueberry ini mengandung berbagai zat nutrisi penting, seperti mineral (mangan, kalsium, fosfor, besi, kalium, dan seng), vitamin B1, B2, B3, dan B6, vitamin C, vitamin E, vitamin K, serta karbohidrat dan lemak. Adalah antosianin, zat antioksidan yang terkandung dalam blueberry, fungsinya dapat menghambat perkembangan sel kanker, peradangan serta mencerahkan kulit.
    • Ceri Ceri adalah makanan tinggi antioksidan alami, khususnya antosianin yang sekaligus juga memberikan warna merah khas ceri. Per 100 gram buah ceri segar memiliki skor ORAC 4,873. ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) adalah tolak ukur untuk mengetahui berapa banyak jumlah antioksidan dalam makanan yang dapat diserap tubuh. Semakin tinggi skor ORAC, semakin besar efek antioksidan dalam tubuh. Sebuah studi menemukan makan setidaknya 20 buah ceri dalam sehari mampu mengurangi nyeri asam ur. Antioksidan dalam ceri juga bermanfaat untuk menangkal kanker dan penyakit jantung. Buah yang satu ini biasa ditemukan pada cake sebagai topping. Rasanya unik, ada asam dan campuran manisnya. Cherry kaya akan vitamin C serta mengandung betakaroten yang efektif mencegah kanker. Selain itu, kabarnya cherry juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga resiko infeksi pernafasan.
  9. Buah plumn. Buah berwarna ungu gelap ini sebenarnya ada kok di Indonesia. Biasa dijual di supermarket, buah ini mengandung 38% antioksidan lebih banyak ketimbang blueberry. Plum, kaya akan serat larut yang membantu menurunkan kolesterol di dalam tubuh.
  10. Jeruk Bentuknya bulat, warnanya hijau, kuning dan oranye. Rasanya percampuran dari asam dan manis. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk jus, atau dimakan begitu saja. Si buah jeruk ini kaya kandungan vitamin C yang ternyata juga dapat membantu mencegah pengeroposan tulang, mencegah penyakit batu ginjal, mencegah asma, menurunkan kolesterol, mencegah dan menyembuhkan anemia dan lain sebagainya. Setiap 100 gram jeruk, mengandung energi 45 kkal; protein 0,9 g; lemak 0,2 g; karbohidrat 11,2 g; fosfor 23 mg; kalsium 33 mg; besi 0,4 mg; vitamin A 190 IU; vitamin B1 0,08 mg, vitamin C 49 mg, serta air 87,2 g.

wp-1583202102266.jpg

Anti Oksidan, Sistem Imun dan Pencegahan Infeksi Virus atau Corona Covid19

 

Virus coronavirus 2019 (COVID-19), muncul pada bulan Desember 2019, telah menyebar dengan cepat, dengan kasus-kasus yang sekarang dikonfirmasi di beberapa negara. Pada 16 Februari 2020, virus telah menyebabkan 70.548 infeksi dan 1.770 kematian di Cina daratan dan 413 infeksi di Jepang. Bagi masyarakat Indonesia semakin meresahkan ketika presiden Jokowi baru mengumumkan kasus pertamanya di Indonesia. Seperti pada infeksi virus pada umumnya faktor kekebalan tubuh adalah faktor utama. Hal inilah juga yang mungkin menjelaskan mengapa penderita sehat tanpa gejala bisa menularkan virus tersebut, karena saat kekebalan tubuh kuat bisa timbul tanpa gejala. Kekebalan tubuh manjusia banyak dipengaruhi berbagai faktor salah satunya adalah nutrisi yang baik khususnya banyak mengandung anti oksidan yang tinggi.

Telah diketahui bahwa spesies oksigen reaktif (ROS) memainkan peran penting dalam etiologi berbagai penyakit, seperti aterosklerosis, diabetes, dan kanker khususnya berkaitan dengan infeksi virus. Di antara sistem pertahanan fisiologis sel, relevansi molekul antioksidan, seperti glutathione dan vitamin cukup baik. Baru-baru ini, minat para peneliti, misalnya, telah disampaikan pada sistem enzim antioksidan, seperti sistem heme oxygenase / biliverdin reduktase, yang muncul dimodulasi oleh molekul antioksidan diet, termasuk polifenol dan beta-karoten. Sistem ini mungkin menangkal kerusakan oksidatif sangat efisien dan akhirnya memodulasi aktivitas fenomena oksidatif yang terjadi, misalnya, selama proses patofisiologis. Meskipun bukti menunjukkan bahwa pengobatan antioksidan menghasilkan sitoproteksi, potensi manfaat klinis yang berasal dari antioksidan gizi dan tambahan masih dalam perdebatan luas.

Sistem kekebalan tubuh manusia adalah serangkaian sel, jaringan, dan organ yang, sepanjang hidup manusia, melindungi dari berbagai patogen penyerang dan membuat tetap sehat dan mampu melawan banyak infeksi berulang. Ketika bayi masih bayi, mereka mendapatkan sel imun dari ibu melalui plasenta dan ASI, jika mereka menyusui. Seiring waktu, sistem bayi menjadi dewasa dan dapat melawan infeksi. Saat ini semua pendapat para ahli kesehatan selalu mengungkapkan kekebalan tubuh harus dilakukan dengan gaya hidup sehat yang meliputi cukup istirahat, stres rendah,makanan bergizi dan diet seimbang plus olahraga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh pada orang-orang dari segala usia.

Anti Oksidanwp-1583202102349.jpg

Antioksidan merupakan bahan yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas. Sedangkan radikal bebas merupakan sebutan untuk sel-sel rusak yang dapat menyebabkan kondisi negatif tertentu.  Untuk mencegah kerusakan, tubuh membutuhkan asupan yang cukup antioksidan. Radikal bebas ini dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh dan bisa diperoleh dari luar tubuh. Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan radikal bebas dari luar tubuh ditimbulkan akibat asap rokok dan radiasi.

Bila radikal bebas tidak dapat ditangani tubuh, maka bisa memicu berbagai penyakit kronis seperti kanker dan sakit jantung. Agar tubuh mendapatkan jumlah antioksidan yang cukup untuk melindungi tubuh, kamu bisa memenuhinya dengan mengonsumsi cukup makanan yang mengandung antioksidan tinggi setiap hari, untuk memerangi radikal bebas. Tubuh tidak bisa memproduksi antioksidan secara alami, untuk itu perlu mencukupinya dengan memenuhinya sendiri. Salah satu sumber makanan yang bisa kamu dapatkan untuk memenuhi kebutuhan antioksidan dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah dengan antioksidan tinggi

Fungsi perlindungan terhadap patogen eksternal yang dilakukan oleh sistem kekebalan dengan sendirinya merupakan sumber ROS, karena neutrofil teraktivasi, menghasilkan radikal bebas hingga taraf signifikan. Selain itu, selama proses inflamasi, aktivasi fagosit melalui interaksi mediator proinflamasi, atau produk bakteri dengan reseptor spesifik menghasilkan perakitan oksidase multikomponen flavoprotein NADPH yang mengkatalisasi produksi sejumlah besar radikal anion superoksida (O2 -). Selain metabolit oksigen reaktif klasik, neutrofil dan monosit teraktivasi melepaskan hemoprotein myeloperoxidase (MPO) ke dalam ruang ekstraseluler, di mana ia mengkatalisasi oksidasi Cl-oleh H2O2 untuk menghasilkan asam hipoklorida (HClO). HClO adalah zat pengoksidasi dan klorinasi non-spesifik yang bereaksi cepat dengan berbagai senyawa biologis, seperti sulphydryl, asam lemak tak jenuh ganda, DNA, nukleotida piridin, asam amino alifatik dan aromatik, serta senyawa yang mengandung nitrogen. Selain itu, terlepas dari efek toksik langsungnya, oksidan yang diturunkan dari neutrofil dapat menyebabkan cedera jaringan secara tidak langsung dengan mengubah keseimbangan protease / antiprotease yang biasanya ada di dalam interstitium usus. Inaktivasi oksidatif dari protease inhibitor penting, ditambah dengan aktivasi protease laten yang dimediasi-oksidan, menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk neutrofil yang memungkinkan degradasi matriks interstitial melalui elastase, kolagenase dan gelatinase, serta cedera pada sel epitel. Namun, tidak hanya sel imun menghasilkan ROS yang diperlukan untuk aktivitas mikrobisida, tetapi mereka juga peka terhadap ROS eksternal, karena kandungan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) yang tinggi. Sel-sel kekebalan adalah atipikal, dibandingkan dengan sel-sel somatik lainnya, karena mengandung vitamin antioksidan tingkat tinggi, mungkin memberikan perlindungan terhadap peroksidasi lipid dan penekan kekebalan, yang keduanya merupakan risiko yang diketahui disebabkan oleh kadar PUFA yang tinggi. Reaktivitas sel-sel kekebalan terhadap ROS eksogen telah terbukti tergantung pada usia. Faktanya, limfosit dari individu lansia tampaknya lebih sensitif terhadap paparan hidrogen peroksida dibandingkan dengan orang dewasa muda. Selain itu, telah ditunjukkan bahwa defisiensi mikronutrien dapat menjadi penyebab penekanan fungsi kekebalan tubuh yang memengaruhi respons imun yang dimediasi sel T bawaan dan respons antibodi adaptif, sehingga mengubah respons inang yang seimbang. Oleh karena itu, asupan vitamin dan elemen antioksidan yang memadai tampaknya penting untuk fungsi sistem kekebalan yang efisien. Kekurangan mikronutrien terjadi dalam berbagai kondisi, seperti gangguan makan, perokok tembakau, penyakit kronis, penuaan. Selama penuaan, perubahan dalam sistem kekebalan sering terjadi dan berhubungan dengan peningkatan kerentanan terhadap infeksi. Vitamin antioksidan dan elemen pelacak berkontribusi untuk mempertahankan respon imun yang efektif. Misalnya, pemberian suplemen vitamin E untuk pasien lansia yang sehat menghasilkan titer antibodi yang meningkat baik untuk vaksin hepatitis B dan tetanus, sehingga meningkatkan fungsi yang dimediasi sel-T. Sebagai kesimpulan, mempertahankan status antioksidan yang memadai dapat memberikan pendekatan yang berguna dalam melemahkan cedera sel dan disfungsi yang diamati pada beberapa gangguan inflamasi atau infeksi.

Antioksidan dan Infeksi Viruswp-1583202102285.jpg

Peran oksidan dalam penyakit virus lebih kompleks daripada dualitas yang sering dikutip antara efek antimikroba dan autotoksik karena itu mencakup regulasi metabolisme, baik metabolisme inang maupun replikasi virus. Stres oksidatif memainkan peran penting dalam patogenesis infeksi virus dan antioksidan menjadi kandidat yang menjanjikan sebagai agen terapi. Penelitian ini dirancang untuk menyelidiki pengaruh flavonoid total Spatholobus suberectus Dunn (TFSD) atau anti anti oksidan mempengaruhi terhadap stres oksidatif pada tikus yang diinduksi oleh infeksi porcine circovirus type 2 (PCV2). Infeksi PCV2 menyebabkan penurunan yang signifikan dalam indeks timus dan limpa, peningkatan aktivitas xanthine oksidase (XOD) dan mieloperoksidase (MPO), penurunan tingkat GSH dan rasio GSH ke GSSG dan penurunan aktivitas superoksida dismutase (SOD), yang mengindikasikan pembentukan imunosupresi dan stres oksidatif. Pengobatan TFSD memulihkan perubahan indeks visera, kandungan antioksidan dan aktivitas enzim terkait oksidatif ke tingkat yang mirip dengan kontrol. PCV2 diinduksi imunosupresi dan stres oksidatif pada tikus dan TFSD mungkin dapat melindungi hewan dari infeksi virus melalui regulasi fungsi kekebalan tubuh dan penghambatan stres oksidatif.

Peran oksidan dalam inaktivasi virus terdeteksi sedini 197, tetapi peran metabolik oksidan dalam infeksi virus menjadi jelas hanya kemudian. Dalam sebuah studi tentang efek infeksi virus Semliki Forest pada sel embrio ayam, ditemukan bahwa efek biokimia awal infeksi mirip dengan yang muncul pada awal aktivasi sel mitogenik. Selain itu, telah dilaporkan bahwa banyak virus tumbuh lebih baik dalam limfosit ketika sel diobati dengan lektin mitogenik dan bahwa virus influenza subtipe H2N2 bersifat mitogenik pada limfosit. Mencari bukti aktivasi dalam jenis sel lain, telah diamati bahwa virus Sendai dan virus influenza mampu mengaktifkan  gangguan pernapasan dalam sel fagosit tanpa adanya antibodi antivirus.. Tingkat produksi ROS selama gangguan pernapasan melebihi yang diperlukan untuk aktivasi sel, yang dengan baik menggambarkan peran ganda ROS: regulasi metabolisme sel dan mekanisme pertahanan sel fagositik.

Metabolit oksigen dan nitrogen reaktif memainkan peran kompleks dalam banyak penyakit dan regulasi metabolik. Karena virus bereplikasi dalam sel hidup, metabolit tersebut memengaruhi pertumbuhan virus selain berfungsi sebagai mekanisme pertahanan inang. Tingkat rendah spesies oksigen reaktif (ROS) memainkan peran dalam aktivasi mitogenik, dan fase awal infeksi virus litik dan nonlytic memang menyerupai aktivasi sel mitogenik. Selain efek pengaktifan sel halus yang dimiliki oleh banyak virus, influenza dan paramyxovirus mengaktifkan ledakan pernapasan dalam sel fagositik. Virus ini beracun ketika disuntikkan pada hewan. Sel-sel yang dirusak dari paru-paru tikus yang terinfeksi virus influenza disiapkan untuk peningkatan generasi superoksida. Selain itu, xanthine oksidase ditingkatkan dan kapasitas buffer antioksidan kecil molekul menurun di paru-paru, menunjukkan bahwa infeksi menyebabkan stres oksidatif. Berbagai macam sitokin yang diproduksi di paru-paru selama influenza dapat berkontribusi pada efek sistemik influenza. Stres oksidatif juga telah ditunjukkan pada infeksi human immunodeficiency virus (HIV) pada manusia. Melalui aktivasi NF kappa B, ROS dapat mengaktifkan replikasi virus, tetapi oksidan diyakini berkontribusi juga terhadap hilangnya sel T CD4 oleh apoptosis. Antioksidan, bersama dengan agen yang mengganggu efek berbahaya dari sitokin dan mediator lipid, mungkin memiliki peran dalam pengobatan penyakit virus. Agen tersebut tidak hanya dapat meringankan gejala penyakit tetapi juga mengurangi efek jangka panjang dari stres oksidatif kronis, yang telah dikaitkan dengan perkembangan kanker pada beberapa infeksi virus.

Kesimpulan tentang efek antioksidan yang bermanfaat sering diambil dari penelitian yang dilakukan dengan suplemen antioksidan sintetik, sedangkan buah-buahan dan sayuran merupakan campuran antioksidan yang kompleks, serta mikronutrien dan makronutrien yang berpotensi bermanfaat lainnya, yang mungkin, dengan demikian, bekerja dengan kinetika yang berbeda dan dinamika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s